Kolaborasi Film Drama Indonesia Jepang Di Banda Aceh

Kolaborasi Film Drama Indonesia Jepang Di Banda Aceh

Sebentar lagi, bagi para pecinta film drama, mereka akan dimanjakan dengan sebuah film drama fantasi yang epik hasil dari kolaborasi antara Indonesia dan Jepang. Karena kolaborasi, maka akan ada beberapa aktor asli Indonesia dan Jepang yang bermain peran di film ini. Adapun judul film tersebut adalah Laut (The Man of the Sea).Film ini diyakini mampu menarik jumlah penonton lebih banyak. Apalagi dengan hadirnya aktor asli Jepang yang akan berperan sebagai karakter utama di film ini.

Gagasan Cerita dari Bencana Tsunami

Baik Jepang maupun Indonesia, keduanya juga pernah mengalami bencana hebat yakni Tsunami. Mungkin, kisah dibalik Tsunami inilah yang kemudian memberikan inspirasi bagi sang sutradara atau penulis film untuk membuat film Laut ini. Bahkan, judul film ini juga masih memiliki kaitan dengan frasa Tsunami. Selain itu, ada juga beberapa hal unik lainnya yang akan membuat film kolaborasi ini menjadi sangat menarik untuk dinikmati oleh siapa saja.

Untuk menguatkan hasil kolaborasinya, film Laut ini akan dibintangi oleh aktor Jepang, Dean Fujioka. Rencananya, dia akan mengambil peran untuk memainkan karakter Laut (karakter utama). Tentu, akan ada beberapa aktor ternama asli Indonesia yang akan memerankan karakter tertentu dalam film ini. Semua sudah dipersiapkan dengan matang termasuk naskahnya. Bahkan, film ini dikabarkan akan rilis tidak lama lagi. Saat ini baru tahap promosi untuk mengenalkan kepada masyarakat.

Adalah Koji Fukada yang menjadi sutradara dari film Laut (The man of the Sea) ini. Rencananya, film tersebut akan dirilis pada awal 2018 di Jepang sedangkan di Indonesia, pada pertengahan 2018. Fukada mengatakan kepada media bahwa gagasan atau ide ceritanya datang saat dia mengunjungi Banda Aceh pada tahun 2011 untuk sebuah simposium tentang pemulihan bencana mengingat baik Jepang maupunIndonesia telah terkena tsunami saat itu.

Sinopsis Film Laut (The Man of the Sea)

Fukada mengatakan: “Saat itu saya mendapat kejutan berupa budaya setelah mengetahui betapa berbedanya fasilitas penanganan bencana di Banda Aceh dibandingkan dengan Jepang.”Dia kemudian menyadari bahwa alam bisa menjadi indah namun berbahaya bagi manusia dan ini mendorongnya untuk membuat cerita tentang laut dan juga seorang pria bernama Laut.Ini adalahn ide awal bagaimana kemudian cerita film Laut digarap.

”Baik Jepang maupun Indonesia, keduanya berbagi satu laut.Sebenarnya, dunia terhubung oleh satu lautan, “kata sutradara, yang membawa pulang piala dari bagian Un Certain Regard untuk Fuchi ni Tatsu di Festival Film Cannes 2016. “Saya ingin menarik fakta itu melalui karakter misterius bernama Laut.” Tentu, ini akan menjadi sangat menarik.

Adapun untuk sinopsisnya memang mengikuti karakter misterius karakter utama. Ya, film Laut (Manusia dari Laut atau The Man of the Sea) akan berjalan mengikuti seorang pria misterius (Dean Fujioka) yang terdampar di pantai dekat Banda Aceh, dan kemudian dia diberi nama Laut (Sea) oleh orang-orang yang menemukannya. Menariknya, kehadirannya kemudian menyebabkan banyak mukjizat sampai satu insiden menimbulkan kecurigaan di kalangan penduduk setempat, membuat mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya dia.

Nah, film ini akan berjalan sukses karena yang ada di belakangnya adalah perusahaan film Jepang, Nikkatsu yang berkolaborasi dengan rumah produksi Tanah Air, Kaninga Pictures. Kedua perusahaan tersebut cukup yakin jika akan ada banyak penggemar film drama yang menyukai film tersebut. Apalagi, adanya kolaborasi yang bisa dikatakan manis baik dari segi penggambaran karakter maupun ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *