Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memang boleh memberikan nominasi terbesar sebanyak 13 kategori pada film-film beken seperti KARTINI dan PENGABDI SETAN. Namun penyabet gelar Piala Citra tertinggi untuk nominasi Film Terbaik justru jatuh ke film yang kurang populer NIGHT BUS. Film arahan Emil Heradi yang dirilis pada 6 April 2017 itu berhasil memboyong enam Piala Citra.

 

Meskipun kalah satu piala dari PENGABDI SETAN, pujian tinggi layak diberikan kepada NIGHT BUS yang mampu meraih dua kategori bergengsi. Selain piala Film Terbaik, penampilan gemilang aktor Teuku Rifnu Wikana sebagai Bagudung/Hartop Sinaga membuatnya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.

 

Bukan berlebihan jika film yang diproduseri aktor Darius Sinathrya itu menjadi kuda hitam di FFI 2017. “Kami semua nggak menyangka bisa meraih sebagai Film Terbaik. Masih syok. Buat kami menjadi nominasi saja sudah merupakan hal yang besar,”. Bukan cuma Darius, kebahagiaan juga milik Rifnu, “Saya dari kecil kelas empat SD sudah belajar teater di Teater 46 bersama Emil. Sudah beberapa kali masuk nominasi dan baru kali ini saya bisa mengambil Piala Citra ini,” seperti dilansir CNN Indonesia.

 

NIGHT BUS sendiri adalah film bergenre drama-aksi yang mengisahkan perjalanan sebuah bus malam menuju Sampar, kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya dan dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap melawan militan pemberontak, Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Yang unik, cerita film judi casino ini berdasarkan kisah nyata Rifnu 16 tahun lalu pada 1999 saat dia melakukan perjalanan ke daerah konflik.

 

Hanya Ditonton 20 Ribu Orang

 

Meskipun mampu jadi yang terbaik di FFI 2017, jumlah penonton yang sudah menyaksikan NIGHT BUS bisa dibilang sangat menyedihkan. Tayang di 105 layar bioskop, NIGHT BUS hanya mampu bertahan selama satu minggu dan cuma ditonton 20 ribu orang. Hal ini tentu berbanding jauh dengan empat film  lain yang masuk nominasi Film Terbaik FFI 2017.

 

Sebut saja seperti POSESIF yang sudah ditonton lebih dari 350 ribu penonton sampai pertengahan November, lalu KARTINI yang menembus 500 ribu penonton, CEK TOKO SEBELAH dengan 2,6 juta penonton hingga PENGABDI SETAN yang berakhir di angka 4,2 juta penonton. Atas minimnya jumlah pemirsa yang menyaksikan, Darius tak menampik kalau itu merupakan kesalahannya dalam hal distribusi film.

 

“Kami ada kendala di distribusi, dari pihak kami memang. Dari pasca-produksi sehingga beberapa layar enggak bisa diputar jadi orang tidak bisa menonton. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lagi buat ditonton,” ungkap Darius.

 

‘NIGHT BUS’ Bakal Tayang Lagi di Bioskop

 

Mampu bersinar cemerlang di FFI 2017 membuat banyak orang penasaran ingin menonton NIGHT BUS. Bak gayung bersambut, NIGHT BUS juga direncanakan akan kembali tayang di bioskop Tanah Air. Hanya saja pihak produksi akan memperbaiki efek visual film demi memberikan suguhan terbaik untuk penonton, seperti dilansir Kumparan.

 

“Banyak yang minta ke kami untuk ditayangkan lagi, tapi kami agak-agak menahan diri karena menurut kami harusnya bisa lebih baik di beberapa bagian efek visual yang memang rasanya belum sesuai harapan. Jadi akan kami perbaiki lagi dari segi efek visual. Kami semua banyak belajar dari proses produksinya. Emil sebagai sutradara, Rahabi Mandra sebagai penulis cerita, Rifnu sebagai aktor dan yang punya ide cerita serta saya dan Rifnu yang jadi produser,” tutup Darius.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *