Bulan: Desember 2017

Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memang boleh memberikan nominasi terbesar sebanyak 13 kategori pada film-film beken seperti KARTINI dan PENGABDI SETAN. Namun penyabet gelar Piala Citra tertinggi untuk nominasi Film Terbaik justru jatuh ke film yang kurang populer NIGHT BUS. Film arahan Emil Heradi yang dirilis pada 6 April 2017 itu berhasil memboyong enam Piala Citra.

 

Meskipun kalah satu piala dari PENGABDI SETAN, pujian tinggi layak diberikan kepada NIGHT BUS yang mampu meraih dua kategori bergengsi. Selain piala Film Terbaik, penampilan gemilang aktor Teuku Rifnu Wikana sebagai Bagudung/Hartop Sinaga membuatnya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.

 

Bukan berlebihan jika film yang diproduseri aktor Darius Sinathrya itu menjadi kuda hitam di FFI 2017. “Kami semua nggak menyangka bisa meraih sebagai Film Terbaik. Masih syok. Buat kami menjadi nominasi saja sudah merupakan hal yang besar,”. Bukan cuma Darius, kebahagiaan juga milik Rifnu, “Saya dari kecil kelas empat SD sudah belajar teater di Teater 46 bersama Emil. Sudah beberapa kali masuk nominasi dan baru kali ini saya bisa mengambil Piala Citra ini,” seperti dilansir CNN Indonesia.

 

NIGHT BUS sendiri adalah film bergenre drama-aksi yang mengisahkan perjalanan sebuah bus malam menuju Sampar, kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya dan dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap melawan militan pemberontak, Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Yang unik, cerita film judi casino ini berdasarkan kisah nyata Rifnu 16 tahun lalu pada 1999 saat dia melakukan perjalanan ke daerah konflik.

 

Hanya Ditonton 20 Ribu Orang

 

Meskipun mampu jadi yang terbaik di FFI 2017, jumlah penonton yang sudah menyaksikan NIGHT BUS bisa dibilang sangat menyedihkan. Tayang di 105 layar bioskop, NIGHT BUS hanya mampu bertahan selama satu minggu dan cuma ditonton 20 ribu orang. Hal ini tentu berbanding jauh dengan empat film  lain yang masuk nominasi Film Terbaik FFI 2017.

 

Sebut saja seperti POSESIF yang sudah ditonton lebih dari 350 ribu penonton sampai pertengahan November, lalu KARTINI yang menembus 500 ribu penonton, CEK TOKO SEBELAH dengan 2,6 juta penonton hingga PENGABDI SETAN yang berakhir di angka 4,2 juta penonton. Atas minimnya jumlah pemirsa yang menyaksikan, Darius tak menampik kalau itu merupakan kesalahannya dalam hal distribusi film.

 

“Kami ada kendala di distribusi, dari pihak kami memang. Dari pasca-produksi sehingga beberapa layar enggak bisa diputar jadi orang tidak bisa menonton. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lagi buat ditonton,” ungkap Darius.

 

‘NIGHT BUS’ Bakal Tayang Lagi di Bioskop

 

Mampu bersinar cemerlang di FFI 2017 membuat banyak orang penasaran ingin menonton NIGHT BUS. Bak gayung bersambut, NIGHT BUS juga direncanakan akan kembali tayang di bioskop Tanah Air. Hanya saja pihak produksi akan memperbaiki efek visual film demi memberikan suguhan terbaik untuk penonton, seperti dilansir Kumparan.

 

“Banyak yang minta ke kami untuk ditayangkan lagi, tapi kami agak-agak menahan diri karena menurut kami harusnya bisa lebih baik di beberapa bagian efek visual yang memang rasanya belum sesuai harapan. Jadi akan kami perbaiki lagi dari segi efek visual. Kami semua banyak belajar dari proses produksinya. Emil sebagai sutradara, Rahabi Mandra sebagai penulis cerita, Rifnu sebagai aktor dan yang punya ide cerita serta saya dan Rifnu yang jadi produser,” tutup Darius.

 

Diikuti 13 Tim, Proliga 2018 Siap Digelar di 8 Kota Indonesia

Diikuti 13 Tim, Proliga 2018 Siap Digelar di 8 Kota Indonesia

Jika anda seorang penikmat bola voli, maka sepertinya sudah harus bersiap-siap. Karena turnamen paling akbar yakni Proliga 2018 akan segera dimulai sekitar dua bulan lagi. Dilaporkan jika Proliga 2018 akan dimulai di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tanggal 19-21 Januari 2018 dan direncanakan ditutup pada 15 April 2018 lewat babak final di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

 

Secara terperinci, putaran pertama akan berlangsung di Batam (26-28 Januari 2018) danGresik (2-4 Februari 2018). Putaran kedua digelar di Denpasar (2-4 Maret 2018), Palembang (9-11 Maret 2018) dan Bandung (16-18 Maret 2018). Sementara putaran final akan ada Pengurus Pusat Persatuan Bola online Voli Seluruh Indonesia (PPPBVSI) sebagai tuan rumah yang memilih final four pertama di Malang (30 Maret-1 April 2018) dan final four kedua di Semarang atau Solo (6-8 April 2018).

 

Dalam penuturannya dengan Bolasport, Direktur Proliga yakni Hanny S Surkatty menyebut bahwa libur antara putaran satu dan dua yang seharusnya dua pekan akhirnya menjadi tiga pekan karena akan ada acara test event bola voli indoor Asian Games XIX putra.

 

Tim Putra dan Putri Berimbang

Hawa persaingan Proliga 2018 memang begitu seru. Bahkan kompetisi diperkirakan Direktur Hanny akan berlangsung semakin ketat karena hampir semua tim sudah mulai mengincar pemain-pemain asing yang tetap jadi andalan. Sesuai regulasi Proliga, setiap tim memang wajib memiliki minimal satu pemain asing dan maksimal dua orang.

 

Ada 13 total tim yang ikut dalam Proliga 2018 dengan jumlah yang berimbang. Di mana enam klub untuk putra dan tujuh klub untuk putri. Keenam klub putra itu adalah Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank SumselBabel, Jakarta BNI Taplus, Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta Elektrik PLN dan Bekasi BVN. Sementara tujuh klub putri ialah Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Popsivo Polwan, Gresik Petrokimia, Bandung Bank BJB Pakuan, Jakarta BNI Taplus dan Bekasi BVN.

 

Ada Pasangan Suami Istri di Proliga 2018

Kompetisi Proliga 2018 memang terbilang unik karena ada pasangan pengantin baru yang berlaga. Mereka adalah pasangan pevoli Timnas Indonesia yakni Aji Maulana dan Nandita Ayu Salsabila. Kedua sejoli beda usia tujuh tahun ini adalah tumpuan Indonesia di ajang SEA Games 2017 dan mereka berdua sudah resmi jadi suami istri pada 29 Oktober 2017 kemarin.

 

Sama-sama memiliki profesi atlet voli, kebahagiaan pernikahan jelas dirasakan Aji-Nandita. Terbilang unik bagi kehidupan Nandita, karena dirinya yang kini bersuamikan atlet sama dengan yang dialami orangtuanya. Ya, perempuan cantik berusia 20 tahun ini adalah anak mantan bek kiri legendaris timnas Indonesia tahun 90an, Sudirman. Sedangkan ibu Nandita ialah Tri Wahyuni yang merupakan mantan pemain timnas voli Indonesia di tahun 90an juga. Sebagai tumpuan Indonesia, Wahyuni pernah menyumbangkan medali perak dalam SEA Games 1996. Sementara adik Nandita yakni Tasya Aprilia Putri kini menjadi andalan timnas voli junior.

 

Meski baru saja menjadi pasangan suami istri, Aji-Nandita rupanya tetap fokus berlatih voli di klub masing-masing dan persiapan jelang Asian Games 2018. Terakhir kali pada Proliga 2017, Nandita tercatat sebagai pemain klub Jakarta Pertamina Energi. Sementara sang suami yang berusia 27 tahun, adalah kapten dari klub Palembang Bank SumselBabel. Kini jika Aji-Nandita masih masing-masing memperkuat tim yang sama, tentu Proliga 2018 akan semakin menarik.

 

MotoGP Valencia, Marquez Start Pole Dovizioso Posisi Sembilan

MotoGP Valencia, Marquez Start Pole Dovizioso Posisi Sembilan

Kans pebalap Repsol Honda, Marc Marquez untuk menjadi juara dunia di MotoGP musim 2017 ini sepertinya terbuka sangat lebar.Dalam sesi kualifikasi yang digelar di sirkuit Ricardo Tomo, Valencia hari Sabtu (11/11) kemarin malam, balapan memang berlangsung sangat seru. Dalam Q1, Pol Espargaro dari Red Bull KTM Factory dan Aleix Espargaro dari Factory Aprilia Gresini berhasil merebut dua posisi teratas untuk menembus Q2. Situasi berbeda justru dirasakan Maverick Vinales yang gagal menembus Q1 karena cuma memperoleh waktu terbaik ketiga yang disebabkan oleh insiden melebar jauh ke luar lintasan.

 

Saat sesi utama Q2, ada banyak pebalap yang berjatuhan di Valencia. Jorge Lorenzo jatuh terlebih dulu di T13 yang membuatnya harus langsung balik ke boks Ducati. Tak lama setelah itu, Marquez jatuh di T4 meskipun pada akhirnya dia merebut posisi terdepan dengan catatan waktu satu menit 29,897 detik. Jelang Q2 berakhir, giliran Aleix yang terjatuh meskipun akhirnya tetap bisa start balapan di posisi kedelapan, di belakang Valentino Rossi dengan catatan waktu satu menit 30,857 detik.

 

Nasib paling pilu mungkin harus dialami Dovizioso yang mesti berjuang lantaran akan memulai MotoGP Valencia di posisi kesembilan. Rekan satu tim Dovizioso, Lorenzo, lebih baik karena berada di posisi keempat.

 

Marquez Sempat Jatuh Saat Kualifikasi

Marquez memang menjalani balapannya kemarin dengan tidak mulus. Kecelakaan di T4 itu dialami Marquez saat hendak menikung ke kanan, seperti dilansir Detik Sport. Dalam penuturannya, Marquez memang sempat mengaku kewalahan dengan bagian depan motornya. Bahkan sang Race Engineer-nya, Santi Hernandez sudah memperingatkan dirinya tapi Marquez tetap memaksakan diri hingga akhirnya terjatuh.

 

Beruntung kondisi itu tak membuat Marquez kehilangan posisi pertama dalam kualifikasi Turnamen Poker sehingga dia akan memulai balapan di pole. “Saya sangat senang hari ini bisa mencapai tujuan kami yakni start dari baris terdepan, sebab start sangat penting di trek ini. Saya sempat crash di kualifikasi yang membuat saya sedikit frustasi meski cuma beberapa menit. Sebenarnya saya tidak benar-benar nyaman dengan bagian depan motor di Turn 4 pada putaran pertama.”

 

Dengan statusnya memulai MotoGP Valencia di posisi terdepan, jelas kemenangan dan gelar juara dunia bagi Marquez seolah di depan mata. Hanya saja pebalap berusia 24 tahun itu harus benar-benar waspada karena dia sudah jatuh dua kali di Ricardo Tomo pada pekan ini.

 

Kans Juara Dovizioso Sudah Lenyap?

Memulai MotoGP Valencia di posisi kesembilan memang bukanlah hal yang diharapkan Dovizioso. Skenario dirinya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2017 adalah harus jadi juara di Valencia dan Marquez terlempar dari 11 besar. Namun fakta ini jelas akan sangat menyulitkan Dovizioso. Situasi buruk sendiri memang sudah terasa saat sesi latihan bebas seri ketiga di mana Marquez menjadi yang tercepat sementara Dovizioso harus ada di posisi ke-16.

 

“Hari ini bukan sesi kualifikasi yang bagus untuk saya dan itu sangat disayangkan. Tapi sore ini kami berhasil memperbaiki kecepatan kami dan kami terlihat tidak terlalu buruk untuk balapan. Saya pikir nanti kami akan punya peluang untuk meraih podium, tapi kami tahu itu bakal sulit karena ada pebalap yang memiliki kecepatan bagus. Marquez sangat cepat tapi dalam balapan kami akan berusaha sampai akhir,” jelas Dovizioso seperti yang diungkapkannya di situs resmi Ducati.