Month: January 2018

Ridwan Kamil Masih ‘Menjomblo’

Ridwan Kamil Masih ‘Menjomblo’

Ridwan Kamil nampaknya bisa dikatakan sedikit ‘tertinggal’ dari beberapa calon gubernur lainnya yang bakal bertarung pada Pilgub Jawa Barat pada bulan Juni 2018 mendatang. Walaupun pendaftarannya resmi baru akan dibuka pada Januari mendatang, PKS dan juga Partai Gerindra sudah mendahului karena mereka sudah mengumumkan akan mengusung Sudrajat dan juga Ahmad Syaikhu sebagai calonnya. Mereka mengumumkannya pada haru Rabu sore (27/12) kemarin. Dan seolah tidak mau kalah saing, Partai Golkar dan Demokrat, malam harinya,  mengumumkan koalisinya dengan mengusung pasangannya yakni Deddy Mizwar dan juga Dedy Mulyadi.

Akan tetapi, sebagai calon yang terlebih dahulu mengontongi syarat pencalonan, Ridwan Kamil malahan masih juga “menjomblo” biarpun telah sempat mendapatkan “sanksi” dengan Partai Golkar yang beberapa waktu lalu menarik dukungan atas dirinya berhubung tak juga menetapkan calon wakil gubernur sesuai batas waktu yang sudah ditetapkan.

Tak Takut Bersaing dan Tak Ambil Pusing

Akan tetapi walikota Bandung yang kerap disapa Kang Emil itu tak ambil pusing dengan ini semua. “Sudah saya serahkan pada DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Jadi ya saya menunggu kabar posisinya bakal bagaimana urusan wakilnya,” ungkap Kang Emil yang ditemui oleh para wartawan setelah meresmikan Gedung Bandung Creative Hub, pada hari Kamis (28/12) kemarin.

Menurut dirinya, proses pemilihan dan penentuan calon wakil gubernur yang bakal mendampinginya masih juga dalam tahap negosiasi di kalangan partai pendukungnya yaitu PPP, Nasdem, PKB. Ia juga menepis anggapan yang mana menempatkan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulaydi yang mana sering sekali membayangi dalam setiap survey sebagai saingan yang berat.

“Kalau saingan berat tak berat mah, di tiap kompetisi pilkada selalu saya asumsikan persaingan tak mudah agar kita berikhtiar terus dan tak takabur. Jadi survey bagus juga sekeder referensi saja lah, bukan menjadi sebuah ukuran yang utama,” ungkap walikota Bandung yang mana selalu unggul di tiap survey Pilgub Jabar tesebut.

Duet DM

Persaingan Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar dengan inisial yang mana sama-sama DM, bisa dikatakan mempunyai pengalaman togel online yang sama. Dalam istilah Dedi Mulyadi, pasangan dukungan dari partai Golkar dan Demokrat itu adalah ‘koalisi untuk bisa merajut kisah cinta Jawa Barat yang mana tertunda’.

Hal ini dikarenakan Dedi Mulyadi dianggap pernah ‘patah hati’ ketika pertainya justru memilih untuk mendukung Ridwan Kamil dan bukanlah dirinya yang menjadi kader setia Golkar. Sedangkan Deddy Mizwar sendiri mengalami ‘patah hati’ juga ketika ia ditinggal Partai PKS dan Gerindra yang awalnya menyatakan dukungan pada dirinya saat menjadi calon akan tetapi kemudian mengusung Sudrajat dan juga Ahmad Syaikhu.

Dan menurut Dedi Mulayadi, bersatunya DM ini akan menggunakan nama koalisis Koalisi Sejajar. “Koalisi ini adalah seperti Rama dan Shinta, juga seperti Kabayan dan Iteung, dan seperti bumi dan langit seperti air dan tanah, yakni sebuah kesetaraan untuk bisa sama-sama memberikan karya yang paling baik untuk perubahan kultur dan struktur masyarakat Jabar,” jelas Dedi ketika ia berada di konferensi pers yang ada di Bandung pada hari Rabu, 27 Desember 2017 kemarin.

“Bukan masalah menjabar, tapi mengubah,” inilah yang dipertegasnya setelah penetapan secara resmi pasangan calon dari Golkar dan Demokrat yang mana tak dihadiri oleh Deddy Mizwar karena sedang sakit. Dan sekarang masyarakat Indonesia khususnya Jabar menanti siapakah pasangan Kang Emil.

Bersaing dengan City, Mourinho; (Biaya Man Utd) Tidak Cukup

Bersaing dengan City, Mourinho; (Biaya Man Utd) Tidak Cukup

Melihat Man City terus mendominasi Premiere League dan Man Utd terus merosot, Jose Mourinho beberapa kali melontarkan kalimat yang cukup menampar banyak pihak. Sebelumnya sang manajer tersebut mengatakan jika permainan Man Utd ketika melawan Leicester City dengan menyebut permainan Man Utd kekanak-kanakan dan peluang yang diciptakan anak buahnya juga memalukan, kini dia kembali mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Dia katakan dana Man Utd tidak cukup untuk bersaing dengan Man City.

Dana Tidak Cukup untuk Bersaing dengan City

Jose Mourinho membandingkan belanja Man Utd dengan Man City dan mengatakan; ‘Itu tidak cukup’. Jose Mourinho mengatakan Man Utd harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk bersaing dengan Man City. Dia juga menuturkan jika Manchester City telah menyiapkan bekal dengan harga yang sebanding untuk para strikernya. Pada kenyataannya, memang United membutuhkan banyak hal untuk bisa bersaing dengan Man City, rival sekotanya.

United bisa jatuh 15 poin di bawah pemimpin klasemen Manchester City, jika rival mereka tersebut menang di Newcastle pada hari Rabu menyusul hasil imbang 2-2 antara United dengan Burnley di Old Trafford. Bahkan mungkin lebih buruk lagi bagi klub asuhan Mourinho mengingat Man City terus memburu poin dan gelar. Wajar jika ada yang mengatakan jika United ingin bersaing dengan City, mereka harus memenangkan segala pertandingan togel online yang tersisa, dan itu sangat sulit.

Menanggapi pertanyaan bahwa kekalahan semacam itu mungkin tidak dapat diterima untuk klub seperti United, Mourinho mengatakan dalam konferensi persnya; “Satu hal (United) adalah klub besar dan satu hal lagi (United) adalah tim sepak bola besar. Mereka adalah dua hal yang berbeda. Dia menambahkan; “Kami berada di tahun kedua untuk mencoba membangun kembali tim sepak bola yang bukan salah satu tim terbaik di dunia.”

Namun, ketika ditunjukkan United telah menghabiskan banyak uang – kira-kira £ 286 juta – sejak Mourinho memimpin pada 2016, pelatih asal Portugis tersebut menjawab: “Baiklah, (tapi) itu tidak cukup. Harga untuk klub-klub besar berbeda dari pada klub lainnya. Ini adalah pernyataan yang sangat kritis yang bisa saja benar dan bisa juga salah. Paling tidak, di sini terlihat apa yang ingin disampaikan Mou jika United membutuhkan lebih banyak uang untuk bisa bersaing dengan City.

Klub Besar, Pengeluaran Besar

Mourinho ditunjuk sebagai bos United pada Mei 2016 dan memecahkan rekor dunia musim panas lalu untuk menandatangani gelandang Paul Pogba (£ 89 juta), ditambah bek Eric Bailly (£ 30 juta) dan gelandang Henrikh Mkhitaryan dengan harga £ 26,3 juta. Kesepakatan besar tahun ini dilakukan untuk mendapatkan striker Romelu Lukaku (£ 75 juta), serta bek Victor Lindelof (£ 31 juta) dan untuk pemain tengah Nemanja Matic (£ 40 juta).

Mourinho juga ditanya apakah delapan poin dari lima laga terakhir sudah cukup bagus untuk klub seperti United. Dia menjawab: “Ketika Anda memberi tahu klub seperti Man Utd, apakah menurut Anda Milan tidak sebesar kita? Anda pikir Real Madrid tidak sebesar kita?” Menurut Mou, ketika kita berbicara tentang klub yang besar, maka kita berbicara tentang sejarah klub. Klub bersejarah selalu memiliki tekanan tersendiri.

Sehingga menurutnya ketika sedang berbicara tentang tanggung jawab untuk memenangkan Liga Primer, Tottenham tidak memiliki tanggung jawab itu karena mereka bukan klub dengan sejarah yang sama dengan United. “Arsenal tidak memiliki tanggung jawab untuk memenangkannya. Chelsea tidak memiliki tanggung jawab untuk memenangkannya. Ketika Anda berbicara tentang klub sepak bola besar, Anda berbicara tentang sejarah klub,” jelasnya.

Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Imam Nahrawi, Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, mengatakan bahwa dirinya sekali lagi mengijinkan dan membebaskan pemain sepak bola Indonesia termasuk Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan yang lainnya untuk bisa bermain di klub sepak bola yang berada di luar negeri.

Boleh Asal Pulang Saat dibutuhkan Indonesia

Penegasan tersebut dilontarkan oleh Menpora pada seluruh awak media yang berkumpul di Candra Wijaya International Badminton Center pada hari Selasa, 19 Desember 2017, siang. :Ya, seperti apa yang sudah saya sampaikan kemarin. Saat Ronaldo memilih bahwa dirinya harus ke Real Madrid, ia pindah dari Portugal ke Spanyol, maka siapa yang akan mempersoalkan? Ini adalah sesungguhnya tentang profesionalisme atlet-atlet professional yang mana harus kita hargai. Dan menurut saya tak ada masalah untuk main di mana saja,” ungkapnya saat ditanyai tentang itu.

Dengan tegas Imam juga menambahkan, “Asal saat Timnas Indonesia sendiri membutuhkan mereka, maka wajib hukumnya untuk mereka pulang ke Tanah Air tercinta ini. sekarang ini mereka dalam musim kompetisi ini dan memilih klub mana saja yang ada di belahan dunia mana saja. Bisa, silakan. Namun saat PSSI, Timnas Indonesia, dan Indonesia membutuhkan mereka, maka mereka wajib dan harus pulang ke tanah air, Indonesia.”

Lebih lanjutnya, Imam belum bisa mengungkapkan langkah yang mana dilakukan oleh Kemenpora apabila Ilham dan Evan benar-benar dilarang bermain Togel Online di Malaysia oleh pihak PSSI. “Saya belum terima apa alasan dari pelarangan tersebut. karena untuk saya, ini adalah soal profesionalisme seperti halnya juga kita (Indonesia) impor pemain asing, kan?” ucapnya lagi.

“Semua klub liga 1 menyiapkan beberapa pemain asing. Kenapa kok pemain kita tak diberi ruang pada liga-liga di negara lainnya? Saya kira itu, ya, alasannya,” sambungnya lagi.

Pernyataan Kontradiktif dari Ketum PSSI

Sebelumnya, diketahui bahwa Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI, mengeluarkan pernyataan yang cukup controversial di mana ia menyebut pemain-pemain timnas yang memilih untuk berkarier di luar negeri tak mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dan hanya mengejar uang saja.

Evan dan juga Ilham adalah contoh pemain yang mana musim depan sudah mempunyai kontrak dengan kesebelasan asal Malaysia, yakni Selangor FA. Selain itu juga, ada Ryuji Utomo yang dalam waktu dekat akan berlaga di Thailand bersama dengan PTT Rayong.

Namun pernyataan dari Ketum PSSI itu dibantah dan dianggap tidak benar oleh Menpora. Imam mengatakan bahwa sebagai seorang professional, menurutnya, pemain-pemain boleh saja memilih untuk bisa bermain di mana saja. Bukannya justru dengan bermain di luar negeri lantas bisa membuat mereka disebut sebagai pemain yang tidak nasionalis.

“Karena mereka sudah professional, ya. Mereka boleh saja memilih. Menurut saya pribadi, tidak boleh lah mengatakan bahwa pemain-pemain itu tak nasionalis atau yang lain sebagainya. Saya kira judulnya malah bukan itu,” imbuhnya tentang pernyataan tidak nasionalis yang dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI.

Imam juga mengungkapkan bahwa tak hanya pemain Indonesia saja, akan tetapi pelatih Indonesia juga ada yang malahan berkarir di luar negeri. “Awal-awal saat saya jadi Menpora, saya telah mendorong semua atlet yang ada untuk bisa menatap dan melihat dunia. Kapasitas dan juga kualitas kita sebisa mungkin kita manfaatkan untuk negeri ini. namun jika ada kesempatan untuk dipercaya di luar negeri, kenapa tidak?” tutupnya.