Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Imam Nahrawi, Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, mengatakan bahwa dirinya sekali lagi mengijinkan dan membebaskan pemain sepak bola Indonesia termasuk Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan yang lainnya untuk bisa bermain di klub sepak bola yang berada di luar negeri.

Boleh Asal Pulang Saat dibutuhkan Indonesia

Penegasan tersebut dilontarkan oleh Menpora pada seluruh awak media yang berkumpul di Candra Wijaya International Badminton Center pada hari Selasa, 19 Desember 2017, siang. :Ya, seperti apa yang sudah saya sampaikan kemarin. Saat Ronaldo memilih bahwa dirinya harus ke Real Madrid, ia pindah dari Portugal ke Spanyol, maka siapa yang akan mempersoalkan? Ini adalah sesungguhnya tentang profesionalisme atlet-atlet professional yang mana harus kita hargai. Dan menurut saya tak ada masalah untuk main di mana saja,” ungkapnya saat ditanyai tentang itu.

Dengan tegas Imam juga menambahkan, “Asal saat Timnas Indonesia sendiri membutuhkan mereka, maka wajib hukumnya untuk mereka pulang ke Tanah Air tercinta ini. sekarang ini mereka dalam musim kompetisi ini dan memilih klub mana saja yang ada di belahan dunia mana saja. Bisa, silakan. Namun saat PSSI, Timnas Indonesia, dan Indonesia membutuhkan mereka, maka mereka wajib dan harus pulang ke tanah air, Indonesia.”

Lebih lanjutnya, Imam belum bisa mengungkapkan langkah yang mana dilakukan oleh Kemenpora apabila Ilham dan Evan benar-benar dilarang bermain Togel Online di Malaysia oleh pihak PSSI. “Saya belum terima apa alasan dari pelarangan tersebut. karena untuk saya, ini adalah soal profesionalisme seperti halnya juga kita (Indonesia) impor pemain asing, kan?” ucapnya lagi.

“Semua klub liga 1 menyiapkan beberapa pemain asing. Kenapa kok pemain kita tak diberi ruang pada liga-liga di negara lainnya? Saya kira itu, ya, alasannya,” sambungnya lagi.

Pernyataan Kontradiktif dari Ketum PSSI

Sebelumnya, diketahui bahwa Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI, mengeluarkan pernyataan yang cukup controversial di mana ia menyebut pemain-pemain timnas yang memilih untuk berkarier di luar negeri tak mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dan hanya mengejar uang saja.

Evan dan juga Ilham adalah contoh pemain yang mana musim depan sudah mempunyai kontrak dengan kesebelasan asal Malaysia, yakni Selangor FA. Selain itu juga, ada Ryuji Utomo yang dalam waktu dekat akan berlaga di Thailand bersama dengan PTT Rayong.

Namun pernyataan dari Ketum PSSI itu dibantah dan dianggap tidak benar oleh Menpora. Imam mengatakan bahwa sebagai seorang professional, menurutnya, pemain-pemain boleh saja memilih untuk bisa bermain di mana saja. Bukannya justru dengan bermain di luar negeri lantas bisa membuat mereka disebut sebagai pemain yang tidak nasionalis.

“Karena mereka sudah professional, ya. Mereka boleh saja memilih. Menurut saya pribadi, tidak boleh lah mengatakan bahwa pemain-pemain itu tak nasionalis atau yang lain sebagainya. Saya kira judulnya malah bukan itu,” imbuhnya tentang pernyataan tidak nasionalis yang dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI.

Imam juga mengungkapkan bahwa tak hanya pemain Indonesia saja, akan tetapi pelatih Indonesia juga ada yang malahan berkarir di luar negeri. “Awal-awal saat saya jadi Menpora, saya telah mendorong semua atlet yang ada untuk bisa menatap dan melihat dunia. Kapasitas dan juga kualitas kita sebisa mungkin kita manfaatkan untuk negeri ini. namun jika ada kesempatan untuk dipercaya di luar negeri, kenapa tidak?” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *