Month: June 2018

Layar Bioskop Indonesia Makin Bertambah Tiga Tahun Terakhir Ini

Layar Bioskop Indonesia Makin Bertambah Tiga Tahun Terakhir Ini

Permintaan dari Presiden Joko Widodo beberapa tahun yang lalu tentang layar bioskop pasalnya disambut dengan sangat baik oleh banyak jaringan bioskop XXI. Saat itu Jokowi mengatakan bahwa jumlah layar bioskop di Indonesia masih amat sangat kurang. Untuk bisa mencukupi kebutuhan sebuah negara dengan penduduk total lebih dari 200 juta orang, 3 tahun yang lalu penduduk Indonesia cuma mempunyai kurang lebih 1.000 layar bioskop. Lalu ia meminta pembangunan bioskop ‘digalakkan’. Bahkan ia menjanjikan intensif untuk upaya itu.

 

Makin Banyak Jaringan Bioskop di Indonesia

Jaringan bioskop XXI pun akhirnya membuka jaringannya lebih banyak lagi. Mereka menjawab permintaan presiden itu dengan terus menambah layar bioskop, khususnya di daerah. Pada hari Jumat (18/5) minggu lalu, jaringan bioskop judi bola yang paling besar di Indonesia, XXI, menambah kepemilikan layarnya di Indonesia dengan menembus 1.000 layar yang ada di Indonesia.

 

Saksi dari pencapaian itu adalah bioskop di Nipah Mal yang ada di Makassar. “Dengan total 1003 layar yang mana tersebar di sebanyak 43 kabupaten dan juga kota, kami sendiri memastikan standar kualitas pelayanan dan kenyamanan yang mana diberikan akan selalu sama dan juga terjaga di seluruh lokasi bioskop kami,” ungkap CEO Cinema 21, Hans Gunadi di dalam keterangan persnya dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (18/5) kemarin.

 

Dengan adanya penambahan jumlah bioskop tersebut, saat ini maka total layar bioskop yang ada di Indonesia sudah mencapai 1.641 buah bioskop. Data ini sesuai dengan data dari GPBSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia).

 

Tentu saja seluruh jumlah itu termasuk bioskop CGV Blitz dan juga Cinemaxx dan juga teater-teater independen. Ini berarti ada penambahan lebih dari kurang lebih 600 layar selama jangka waktu kurang lebih 3 tahun terakhir di Indonesia ini.

 

Walau demikian, jumlah bioskdi Indonesia masih kalah jumlahnya apabila dibandingkan dengan Cina yang mana sejak dua tahun lalu mengklaim sebagai negara dengan jumlah bioskop paling banyak di dunia. Jumlah layarnya bahkan melebihi kiblat perfilman dunia yakni Hollywood.

 

Per tahun 2016, menurut data yang diambil dari departemen perfilman di China’s State Administration of Press, Publication, Radio, Film, and Television (SARFT), yang dilansir dari CNN Indonesia, Cina sendiri mempunyai 40.917 layar bioskop. Dan pada tahun tersebut, per harinya, Cina menambah kurang lebih 26 layar bioskop.

 

Ekspansi besar-besaran di Cina itu pasalnya dilakukan untuk ‘melayani’ penduduk Cina yang jumlahnya lebih dari 1 milyar orang. Sementara untuk Amerika Serikat, menurut sumber yang mana sama juga, mereka hanya memiliki 40.759 layar bioskop.

 

Layar Bioskop di Indonesia Berkembang Pesat

Catatan yang lainnya yang dihimpun dari Katalog Film Indonesia (KFI) di dalam artikel Kaleidoskop 2017, jumlah layar bioskop di Indonesia pada akhir tahun 2017 sendiri lebih banyak 2,3 kali apabila dibandingkan dengan penghujung tahun 2012. Ketika itu, ada sebanyak 145 gedung bioskop saja dengan total 609 layar  yang mana 90% nya dikuasai oleh jaringan Grup 21. Sisanya dikuasai oleh jaringan Blitzmegaplex yang mana sekarang diganti namanya dengan CGV.

Di akhir tahun 2017 yang lalu, porsi Grup 21 berkurang jumlahnya menjadi 63% karena bersaing dengan 5 pemain baru dalam bisnis eksibisi film. Ada CGV yang dimiliki oleh PT. Graha Layar Prima Tbk, Cinemaxx yang dimiliki oleh Lippo Grup, New Star Cineplex, Platinum Cineplex dan Movimax serta bioskop-bioskop independen lainnya.