Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Dengan Gading Yang Hilang

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Dengan Gading Yang Hilang

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Dengan Gading Yang Hilang

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Dengan Gading Yang Hilang, Lagi, seekor gajah Sumatera menjadi korban dari rakusnya manusia untuk mendulang rupiah dengan cara yang tidak benar.

Kasus pemburuan, penembakan atau pembunuhan gajah di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Alasan gajah diburu dan dibunuh adalah untuk mendapatkan gadingnya.

Konon, harga gading di pasar gelap ini sangat tinggi. Namun, mereka tidak menyadari jika aksinya sangat merugikan anak cucu di kehidupan mendatang.

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas dengan Gading yang Hilang

Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dengan keadaan gading yang sudah tidak ada. Nasib hewan yang terancam punah ini semakin miris lantaran kasus serupa juga terjadi beberapa kali dari awal tahun ini.

Tubuh gajah berusia 10 tahun ditemukan di desa Blang Awe di provinsi Aceh awal pekan ini

“Gadingnya hilang dan ada jejak darah di lokasi di mana dia ditemukan,” kata kepala pusat konservasi Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada AFP.

Para pejabat memperkirakan hewan itu telah mati setidaknya selama seminggu ketika bangkai itu ditemukan.

Penyebab kematiannya belum bisa dipastikan secara jelas karena tubuh gajah tersebut sudah membusuk, kata Prabowo.

Namun, sampel jaringan akan dianalisis untuk tanda-tanda keracunan. Bukan tidak mungkin jika kematian gajah ini juga karena aksi perburuan.

Selain itu, penggundulan hutan yang merajalela telah mengurangi habitat alami spesies gajah dan membuat mereka mengalami konflik dengan manusia.

Kurangnya makanan, menyebabkan mereka turun ke kebun-kebun petani untuk mencari makan. Di sisi lain, gading mereka juga dihargai sangat mahal di pasar gelap.

Memang bukan petani, Gajah Sumatera Ditemukan Tewas karna pemburu yang melakukan pembunuhan dan mengambil gadingnya.

Setidaknya ada 11 gajah liar mati di Aceh tahun lalu, sebagian besar dibunuh oleh manusia. Pada bulan Juli, gajah sumatera ditemukan mati karena keracunan di perkebunan kelapa sawit.

Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan hanya sekitar 500 ekor gajah Sumatera yang tersisa di Aceh.

Kabar ini tentu saja sangat miris melihat kondisi alam Indonesia yang sebenarnya masih bersahabat dengan binatang.

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas  di Tangan Pemburu

Seperti disebutkan di atas, jika kematian gajah Sumatera sebagian besar karena ulah pemburu.

Bulan Juli lalu, polisi hutan di Sumatra bagian utara telah menemukan salah satu gajah patroli mereka mati dan kehilangan satu taring di dalam hutan lindung.

Pihak berwenang telah menyebut adanya tindakan meracuni gajah yang dilakukan oleh pemburu sebagai penyebab kematian.

Gajah sumatera jantan berusia 27 tahun (Elephas maximus sumatranus), bernama Bunta, sejak tahun 2016 secara rutin dilatih dan dipekerjakan oleh polisi hutan di provinsi Aceh.

Sebagai bagian dari unit untuk menangkal gajah liar yang merambah di pertanian dan desa.

Badan konservasi lokal telah meminta penegak hukum untuk membawa pelaku ke pengadilan, tetapi kasus-kasus di masa lalu menunjukkan langkah yang bisa dikatakan sia-sia.

Dengan melihat kerusakan pada saluran pencernaan gajah, dan jejak dari buah yang ditemukan di dekat bangkai,

pejabat dari badan konservasi Aceh, atau BKSDA, mengatakan kemungkinan Bunta diracuni – taktik umum yang digunakan oleh pemburu dan petani di wilayah tersebut.

“Setelah gajah itu mati, salah satu gadingnya diambil dengan mengiris pipinya,” kata Wahyu Kuncoro, seorang polisi kabupaten Aceh Timur, kepada wartawan sehari setelah mayat ditemukan.

Sapto Aji Prabowo, kepala BKSDA Aceh, menyesalkan kematian Bunta dan meminta penegak hukum untuk membawa pelaku ke pengadilan.

“Ada manusia yang tanpa perasaan membunuh hewan jinak ini, ini tidak dapat diterima dengan alasan (apapun),” katanya. Dia menambahkan;

“Kami benar-benar bingung saat kehilangan gajah jantan ini. Bunta adalah salah satu gajah yang benar-benar kita andalkan [untuk patroli hutan].”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *