Category: ISIS

Rusia Mulai Tarik Mundur Pasukannya dari Suriah

Rusia Mulai Tarik Mundur Pasukannya dari Suriah

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan penarikan sebagian dari tetaranya dari Suriah ketika melakukan kunjungan dadakan di Suriah pada hari Senin (11/12). Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu lalu mengatakan bahwa Rusia telah mulai menarik mundur pasukan-pasukannya. Tatkala dinyatakan berapa lamanya Rusia perlu waktu untuk bisa menarik mundur seluruh kontingen militernya, Shoigu oun mengatakan bahwa itu semua tergantung pada situasi di Suriah sendiri.

Pernyataan Resmi dari Putin

Putin pun pasalnya sudah pernah menyampaikan pengumuman yang sama pada tahun lalu namun buktinya operasi militer terus saja berlangsung. Dukungan militer Rusia amat menentukan dalam mebalikkan arah perang saudara Suriah dan membuat pemerintah yang mana dipimpin oleh Presiden Bashar Al-Assad menjadi unggul. Di dalam kunjungan dadakannya yang berada di Suriah, Presiden Putin pasalnya ditemui oleh Presiden Bashar Al-Assad di pangkalan militer Rusia yakni di Hmeimim, tempat yang tidak jauh dari Latakia.

“Saya memerintahkan menteri pertahanan dan juga panglima angkatan bersenjata untuk mulai menarik pulang serdadu-serdadu ke markas permanan mereka masing-masing,” ungkap Valdimir Putin seperti yang dikutip dari BBC Indonesia. “Saya sudah mengambil keputusan: sejumlah besar prajurit Rusia yang mana adalah bagain dari kontingen yang mana ditempatkan di Suriah akan ditarik pulang ke Rusia,” imbuhnya lebih lanjut. Putin pun juga mengatakan bahwasanya apabila “teroris mengangkat kepala mereka lagi, Rusia akan melancarkan serangan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya,” lanjutnya dengan sungguh-sungguh.

“Kami tidak akan pernah melupakan korban-korban jiwa yang mana kita derita di dalam perang melawan teror, di Rusia atau pun di Suriah,” kata Putin juga. Ia juga mengatakan bahwa Rusia pasalnya ingin berkerjasama dengan Iran, sekutu dari Suriah yang lainnya dan juga Turki, yang malahan justru mendukung oposisi Suriah, untuk bisa menciptakan perdamaian.

Pekan yang lalu pasalnya Putin mengumumkan bahwa ‘penumpasan total’ militant-militan jihadis yang menamakan diri mereka sebagai ISIS di sepanjang lembah sungai Eufrat yang ada di timur Suriah. Jet-jet Rusia pun mulai melancarkan serangan udaranya di Suriah tepatnya pada bulan September 2015 dengan alasan untuk ‘menstabilkan’ pemerintahan Assad yang mana sebelumnya menderita serangkaian kekalahan.

Serangan-Serangan Terdahulu dari Rusia

Moskow juga menekankan bahwasanya mereka cuma akan menyasar ‘teroris-teroris’ akan tetapi beberapa aktivis mengatakan bahwa serangan-serangan dewa poker yang ada iyi terutama menyerang pemberontak anti pemerintah dan juga warga sipil di sana.

Serangan-serangan yang dilancarkan Rusia itu membuat pasukan yang pro-pemerintah berhasil memecahkan kebuntuan pada beberapa medan tempur yang penting, khususnya di Aleppo. Pesawat-pesawat tempur Suriah dan juga Rusia melakukan serangan udara tiap harinya di kota yang mana dikuasai oleh pemeberontak yang ada di timur Aleppo sampai jatuhnya kota tersebut pada bulan Desember 2016 kemarin. Dan menurut penyelidik HAM PBB, menewaskan sekitar ratusan orang dan juga menghancurkan banyak sekali bangunan seperti pasar, rumah sakit dan juga sekolah.

Moskow juga  menyangkal adanya serangan udara yang mereka lakukan telah menyebabkan tewasnya warga-warga sipil. Namun pada hari Minggu (10/12) Observatorium HAM melaporkan bahwasanya serangan-serangan udara dari Rusia tersebut sudah menewaskan sebanyak 6.238 warga sipil dan termasuk juga di antaranya 1.537 anak-anak.

Kelompok pemantau berbasis di Inggris tersebut mencatat bahwasanya sejak dimulainya pemberontakan melawan Assad di tahun 2011, jumlah orang yang tewas mencapai setidaknya 346.612 orang. Dan rencana ditariknya pasukan Rusia sekarang ini sangat diharapkan akan benar-benar terjadi.