Category: PERFILMAN

Film Animasi ‘SI JUKI THE MOVIE Meluncur 28 Desember 2017

Film Animasi ‘SI JUKI THE MOVIE Meluncur 28 Desember 2017

Kalau biasanya film Indonesia hanya berputar antara genre drama, komedi, biografi dan horor, rumah produksi Falcon Pictures melakukan langkah berani dengan merilis film animasi. Berjudul SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIR, film ini diangkat dari komik fenomenal karya Faza Meonk yang berjudul Si Juki.

 

Merupakan karya animasi sineas asli Indonesia, SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIR memasang tanggal tayang akhir tahun ini yakni 28 Desember 2017. Satu minggu usai perilisan AYAT AYAT CINTA 2 dan SUSAH SINYAL, optimisme dirasakan produser Falcon Pictures, Frederica, karena komik si Juki memang disukai oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, seperti dilansir Detik.

 

Untuk filmnya sendiri, SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIRmemasang karakter Juki sebagai tokoh sentral. Juki digambarkan sebagai seorang selebritis yang tengah ada di puncak ketenarannya. Memiliki sikap yang polos, jenaka dan berani, Juki buk disukai banyak orang. Hingga akhirnya sebuah kesalahan membuat Juki menjadi musuh bersama. Di saat yang sama, Indonesia tengah terancam hancur akan jatuhnya meteor. Lalu Erin yang merupakan ilmuwan muda berbakat meminta bantuan Juki untuk menyelamatkan Indonesia. Apakah Juki bisa? Kamu tentu harus menonton SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIR demi mendapatkan jawabannya.

 

Dibintangi Banyak Aktor-Aktris Papan Atas

 

Sebagai rumah produksi, Falcon Pictures memang kerap menggaet aktor-aktris papan atas dalam film-film mereka. Hal itu rupanya juga berlaku pada SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIR. Meskipun berupa film animasi yang tidak menampilkan wajah asli pemainnya, film ini justru menghadirkan sejumlah aktor-aktris papan atas sebagai pengisi suara.

 

Lewat konferensi pers yang dilansir sijuki.com, terungkap nama-nama besar menyumbangkan suaranya untuk SI JUKI THE MOVIE: PANITIA HARI AKHIR. Mereka adalah Bunga Citra Lestari yang akan menjadi Erin, ilmuwan di Badan Antariksa Seluruh Indonesia, lalu Indro Warkop sebagai Profesor Juned, paman dari Juki, Tio Pakusadewo sebagai Togap, Butet Kertaradjasa sebagai Presiden, Panji Pragiwaksono sebagai politisi bernama Ganjar, hingga Nikita Mirzani sebagai Bidadari.

 

Selain nama-nama itu, sederet pemain lagi seperti Wizzy, Babe Cabita, Agus Kuncoro, Arie Kriting, Tarsan, Jeremy Teti, Ki Joko Bodo, Mongol, Jaja Miharja hingga Tyson Lynchikutterlibat. Untuk karakter Juki, sang kreator yakni Faza Meonk didapuk sebagai pengisi suara.

 

Impian Masa Kecil Yang Jadi Nyata

 

Diangkatnya si Juki dari komik ke format layar lebar memang membanggakan banyak pihak. Hal ini seolah membuktikan kalau Indonesia memiliki banyak sekali komikus berbakat togel singapura yang berpotensi menghasilkan karya luar biasa dan tak kalah dari luar negeri. Namun kebahagiaan terbesar sepertinya dialami betul oleh Faza Meonk.

 

Dalam wawancaranya dengan Detik, Faza bercerita bahwa kemunculan komik si Juki itu berawal dari keprihatinannya terhadap dunia animasi Indonesia. Bahkan Faza sudah bermimpi sejak kecil jika memang ingin memiliki karya gambar yang bisa diangkat ke ranah animasi.

 

“Ini adalah impian saya sejak kecil di mana Indonesia memiliki tokoh kartun yang benar-benar ikonik. Kalau si Juki bisa menjadi ikon di Indonesia, tentunya akan berdampak besar bagi industri kreatif Tanah Air,” papar Faza. Harapan Faza ini jelas sejalan dengan keinginan Falcon Pictures. Di mana rumah produksi yang melahirkan banyak film bergenre komedi seperti dua installment WARKOP DKI REBORN itu berharap si Juki jadi ikon baru di kalangan anak-anak menggantikan karakter kartun luar negeri.

 

Akan Seperti Apakah Film The Rock Rampage?

Akan Seperti Apakah Film The Rock Rampage?

Kehadiran Dwayne “The Rock” Johnson tentu sudah tidak asing lagi di berbagai film aksi yang gila.Tapi, dari semua filmnya, blockbuster berikutnya terdengar yang paling gila. Dia akan terlihat begitu brutal dan film terbarunya benar-benar akan menunjukkan karakter utamanya. Ya, Johnson yang akan bermain di film Rampage, adaptasi sinematik dari permainan video arcade tahun 1980an yang melihat sosok monster raksasa yang menimbulkan malapetaka di kota dan mencoba bertahan dalam aksi pembalasan militer. Ini menjadi film yang sangat menarik.

Detail Film Rampage

Jelas film ini diperkirakan akan lebih fenomenal dari pendahulunya dan berbagai film yang telah diperankan oleh Dwayne Johnson. Di sini, kami memiliki rincian berita resmi untuk film tersebut, yang akan memperlihatkan Johnson memainkan peran Davis Okoye, seorang primatologis heroik yang bergaul lebih baik dengan hewan daripada ketika dia bergaul dengan orang-orang.

Ketika film Rampage dimulai, Davis Okoye bekerja sama dengan seekor gorila setinggi tujuh kaki bernama George, yang tumbuh lebih besar dan lebih tak terkendali seiring berlalunya waktu karena disuntikkan serum percobaan. Tapi George bukanlah satu-satunya hewan yang telah terpengaruh oleh formula ini, dan menjelang akhir film, Davis harus menghentikan George, seekor serigala raksasa bernama Ralph dan seekor buaya mengerikan bernama Lizzie yang menghancurkan Chicago. Ini akan menjadi aksi yang sangat heroic dan penuh kebrutalan.

Davis sendiri memiliki keinginan untuk menyelamatkan George jika memungkinkan. Nantinya, George akan dimainkan oleh Jason Liles dengan tinggi hampir tujuh kaki, dan Weta Digital menciptakan monstrositas CGI. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, mereka yang terlibat film ini tidak segan untuk melakukan penelitian bahkan dengan obyek yang asli yakni seekor gorilla yang ada di sebuah kebun binatang.

Pengembangan Serius Film Rampage

Seiring dengan pengembangan plot dasar film Rampage dan foto resmi pertama dari film tersebut, USA Today mempelajari beberapa detail di balik layar dari Dwayne Johnson dan bagaimana pengembangan proyek ini dilakukan. Sebagai contoh, dijelaskan bagaimana aktor tersebut belajar tentang gorila silverback di Kebun Binatang Atlanta dan Dian Fossey Gorilla Fund. Johnson juga mencatat bahwa dalam kolaborasi bandar togel sgp keduanya dengan sutradara Brad Peyton (keduanya sebelumnya bekerja sama di San Andreas), sangat penting untuk menendang kegilaan.

Johnson mengatakan: “ …Anda harus menaikkan 10 kali lipat dengan Rampage. Monster ini tanpa henti, dan penonton akan menemukan perjalanan yang sangat menggembirakan. Sebagai aktor dalam film, ini menyenangkan sekaligus menakutkan. Ini adalah petualangan 12 sampai 14 jam untuk bertahan hidup, dan ini juga bukan bertahan hidup yang mudah.”

Beberapa pemeran yang bergabung dengan Dwayne Johnson di film Rampage adalah Naomi Harris sebagai ilmuwan sekutu Dr. Kate Caldwell; Jeffrey Dean Morgan sebagai agen pemerintah Harvey Russell; dan Malin Akerman sebagai antagonis utama Claire Wyden, yang digambarkan Johnson sebagai sosok yang “menawan hati” dalam peran tersebut.Pemain lainnya termasuk Joe Manganiello, Jake Lacy, Marley Shelton dan P.J. Byrne.

Johnson sendiri tengah memiliki sejumlah blockbusters lain yang masih dalam tahap produksi, termasuk Skyscraper, spin-off Fast and the Furious dan Black Adam. Tapi sepertinya Rampage akan mendapatkan sebuah tempat khusus di dalam hatinya, karena ia sering memainkan permainan arcade yang sedang berkembang ini apalagi dengan cerita yang melibatkan karakter raksasa bermutasi. Yah, film Rampage ini akan mengamuk di bioskop pada tanggal 20 April 2018.

Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Kisah ‘NIGHT BUS’, Film Terbaik FFI 2017 Yang Miris Penonton

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memang boleh memberikan nominasi terbesar sebanyak 13 kategori pada film-film beken seperti KARTINI dan PENGABDI SETAN. Namun penyabet gelar Piala Citra tertinggi untuk nominasi Film Terbaik justru jatuh ke film yang kurang populer NIGHT BUS. Film arahan Emil Heradi yang dirilis pada 6 April 2017 itu berhasil memboyong enam Piala Citra.

 

Meskipun kalah satu piala dari PENGABDI SETAN, pujian tinggi layak diberikan kepada NIGHT BUS yang mampu meraih dua kategori bergengsi. Selain piala Film Terbaik, penampilan gemilang aktor Teuku Rifnu Wikana sebagai Bagudung/Hartop Sinaga membuatnya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.

 

Bukan berlebihan jika film yang diproduseri aktor Darius Sinathrya itu menjadi kuda hitam di FFI 2017. “Kami semua nggak menyangka bisa meraih sebagai Film Terbaik. Masih syok. Buat kami menjadi nominasi saja sudah merupakan hal yang besar,”. Bukan cuma Darius, kebahagiaan juga milik Rifnu, “Saya dari kecil kelas empat SD sudah belajar teater di Teater 46 bersama Emil. Sudah beberapa kali masuk nominasi dan baru kali ini saya bisa mengambil Piala Citra ini,” seperti dilansir CNN Indonesia.

 

NIGHT BUS sendiri adalah film bergenre drama-aksi yang mengisahkan perjalanan sebuah bus malam menuju Sampar, kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya dan dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap melawan militan pemberontak, Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Yang unik, cerita film judi casino ini berdasarkan kisah nyata Rifnu 16 tahun lalu pada 1999 saat dia melakukan perjalanan ke daerah konflik.

 

Hanya Ditonton 20 Ribu Orang

 

Meskipun mampu jadi yang terbaik di FFI 2017, jumlah penonton yang sudah menyaksikan NIGHT BUS bisa dibilang sangat menyedihkan. Tayang di 105 layar bioskop, NIGHT BUS hanya mampu bertahan selama satu minggu dan cuma ditonton 20 ribu orang. Hal ini tentu berbanding jauh dengan empat film  lain yang masuk nominasi Film Terbaik FFI 2017.

 

Sebut saja seperti POSESIF yang sudah ditonton lebih dari 350 ribu penonton sampai pertengahan November, lalu KARTINI yang menembus 500 ribu penonton, CEK TOKO SEBELAH dengan 2,6 juta penonton hingga PENGABDI SETAN yang berakhir di angka 4,2 juta penonton. Atas minimnya jumlah pemirsa yang menyaksikan, Darius tak menampik kalau itu merupakan kesalahannya dalam hal distribusi film.

 

“Kami ada kendala di distribusi, dari pihak kami memang. Dari pasca-produksi sehingga beberapa layar enggak bisa diputar jadi orang tidak bisa menonton. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lagi buat ditonton,” ungkap Darius.

 

‘NIGHT BUS’ Bakal Tayang Lagi di Bioskop

 

Mampu bersinar cemerlang di FFI 2017 membuat banyak orang penasaran ingin menonton NIGHT BUS. Bak gayung bersambut, NIGHT BUS juga direncanakan akan kembali tayang di bioskop Tanah Air. Hanya saja pihak produksi akan memperbaiki efek visual film demi memberikan suguhan terbaik untuk penonton, seperti dilansir Kumparan.

 

“Banyak yang minta ke kami untuk ditayangkan lagi, tapi kami agak-agak menahan diri karena menurut kami harusnya bisa lebih baik di beberapa bagian efek visual yang memang rasanya belum sesuai harapan. Jadi akan kami perbaiki lagi dari segi efek visual. Kami semua banyak belajar dari proses produksinya. Emil sebagai sutradara, Rahabi Mandra sebagai penulis cerita, Rifnu sebagai aktor dan yang punya ide cerita serta saya dan Rifnu yang jadi produser,” tutup Darius.

 

Kolaborasi Film Drama Indonesia Jepang Di Banda Aceh

Kolaborasi Film Drama Indonesia Jepang Di Banda Aceh

Sebentar lagi, bagi para pecinta film drama, mereka akan dimanjakan dengan sebuah film drama fantasi yang epik hasil dari kolaborasi antara Indonesia dan Jepang. Karena kolaborasi, maka akan ada beberapa aktor asli Indonesia dan Jepang yang bermain peran di film ini. Adapun judul film tersebut adalah Laut (The Man of the Sea).Film ini diyakini mampu menarik jumlah penonton lebih banyak. Apalagi dengan hadirnya aktor asli Jepang yang akan berperan sebagai karakter utama di film ini.

Gagasan Cerita dari Bencana Tsunami

Baik Jepang maupun Indonesia, keduanya juga pernah mengalami bencana hebat yakni Tsunami. Mungkin, kisah dibalik Tsunami inilah yang kemudian memberikan inspirasi bagi sang sutradara atau penulis film untuk membuat film Laut ini. Bahkan, judul film ini juga masih memiliki kaitan dengan frasa Tsunami. Selain itu, ada juga beberapa hal unik lainnya yang akan membuat film kolaborasi ini menjadi sangat menarik untuk dinikmati oleh siapa saja.

Untuk menguatkan hasil kolaborasinya, film Laut ini akan dibintangi oleh aktor Jepang, Dean Fujioka. Rencananya, dia akan mengambil peran untuk memainkan karakter Laut (karakter utama). Tentu, akan ada beberapa aktor ternama asli Indonesia yang akan memerankan karakter tertentu dalam film ini. Semua sudah dipersiapkan dengan matang termasuk naskahnya. Bahkan, film ini dikabarkan akan rilis tidak lama lagi. Saat ini baru tahap promosi untuk mengenalkan kepada masyarakat.

Adalah Koji Fukada yang menjadi sutradara dari film Laut (The man of the Sea) ini. Rencananya, film tersebut akan dirilis pada awal 2018 di Jepang sedangkan di Indonesia, pada pertengahan 2018. Fukada mengatakan kepada media bahwa gagasan atau ide ceritanya datang saat dia mengunjungi Banda Aceh pada tahun 2011 untuk sebuah simposium tentang pemulihan bencana togel online mengingat baik Jepang maupunIndonesia telah terkena tsunami saat itu.

Sinopsis Film Laut (The Man of the Sea)

Fukada mengatakan: “Saat itu saya mendapat kejutan berupa budaya setelah mengetahui betapa berbedanya fasilitas penanganan bencana di Banda Aceh dibandingkan dengan Jepang.”Dia kemudian menyadari bahwa alam bisa menjadi indah namun berbahaya bagi manusia dan ini mendorongnya untuk membuat cerita tentang laut dan juga seorang pria bernama Laut.Ini adalahn ide awal bagaimana kemudian cerita film Laut digarap.

”Baik Jepang maupun Indonesia, keduanya berbagi satu laut.Sebenarnya, dunia terhubung oleh satu lautan, “kata sutradara, yang membawa pulang piala dari bagian Un Certain Regard untuk Fuchi ni Tatsu di Festival Film Cannes 2016. “Saya ingin menarik fakta itu melalui karakter misterius bernama Laut.” Tentu, ini akan menjadi sangat menarik.

Adapun untuk sinopsisnya memang mengikuti karakter misterius karakter utama. Ya, film Laut (Manusia dari Laut atau The Man of the Sea) akan berjalan mengikuti seorang pria misterius (Dean Fujioka) yang terdampar di pantai dekat Banda Aceh, dan kemudian dia diberi nama Laut (Sea) oleh orang-orang yang menemukannya. Menariknya, kehadirannya kemudian menyebabkan banyak mukjizat sampai satu insiden menimbulkan kecurigaan di kalangan penduduk setempat, membuat mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya dia.

Nah, film ini akan berjalan sukses karena yang ada di belakangnya adalah perusahaan film Jepang, Nikkatsu yang berkolaborasi dengan rumah produksi Tanah Air, Kaninga Pictures. Kedua perusahaan tersebut cukup yakin jika akan ada banyak penggemar film drama yang menyukai film tersebut. Apalagi, adanya kolaborasi yang bisa dikatakan manis baik dari segi penggambaran karakter maupun ceritanya.