Category: SEPAKBOLA

Sorak Gembira Ketahui Kemenangan ke-150 di Laga Liga Champions

Sorak Gembira Ketahui Kemenangan ke-150 di Laga Liga Champions

Real Madrid akhirnya berhasil mencatatkan rekor barunya dalam sejarah ajang Liga Champions sebagai klub yang pertama yang berhasil mengoleksi sebanyak 150 kemenangan pada turnamen itu setelah mereka mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-1 pada leg pertama babak semifinal yang bertempat di Allianz Arena hari Rabu (25/4) kemarin.

Kemenangan ke-150

Pada era Liga Champions, EL Real sendiri sudah tampil pada putaran final dalam 22 buah musim. Tujuh buah di antaranya berakhir sebagai juara kompetisi yakni tahun 1997/1998, 1999/2000, 2001/2002, 2013/2014, 2015/2016, dan 2016/2017.

Dilansir dari CNN Indonesia, di bawah Madrid sendiri ada Barcelona dengan 138 buah kemenangan dan juga Bayern Munchen dengan total 128 kemenangan sebagai klub dengan catatan kemenangan yang paling banyak pada ajang Liga Champions.

Pada pertandingan leg pertamanya di semifinal Liga Champions tersebut, klub yang terkenal dengan julukan Los Blancoa terlebih dahulu tertinggal dengan adanya gol dari Jossua Kimmcih di menit ke-28.

Kemudian menjelang babak pertama berakhir, bek kiri Marcelo akhirnya menyamakan kedudukan dan juga membangkitkan kembali semangat togel singapura dan motivasi permainan tim tamu. Tim asuhan yang dipimpin oleh Zinedine Zidane tersebut pada akhirnya mampu mengakhiri laga dengan kemenangan sesudah gelandang Marco Asensio mencetak gol keduanya Untuk Real Madrid pada menit ke-57.

Kemenangan Madrid atas Bayern Munchen tersebut adalah yang kali ketiganya secara beruntun di Allianz Arena. Dua kemenangan Madrid yang sebelumnya terjadi di musim 2016/2017 tepatnya di babak seperempat final (2-1) dan juga musim 2013/2014 pada babak semifinal (4-0).

Menariknya di sini adalah, kemenangan-kemenangan tersebut ikut mengantarkan Real Madrid yang menjadi juara turnamen itu. Sekarang ini hal yang sama dapat terulang di musim ini setelah Madrid membuat malu FC Hollywood di depan pendukung sendiri.

Sampai dengan saat ini belum terdapat tim-tim yang meraih lebih banyak kemenangannya di Allianz Arena apabila dibandingkan dengan Real Madrid. Klub Liga Italia yakni AC Milan pun cuma mampu mendapatkan 2 buah kemenangan di kandang Bayern Munchen tersebut.

Kalahkan Bayern Munchen

Tak dapat diragukan lagi bahwa Real Madrid setelah ini mendapatkan modal yang amat bagus untuk leg keduanya ketika mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-1. Kemenangan ketiga beruntun ini sangat menggembirakan bagi Madrid.

Memang di pertandingan kemarin, Bayern Munchen tak langsung menekan Madrid pada menit-menit awal. Sang striker, Robert Lewandowski menyisir dari sisi kanan pertahanan Madrid, dan mengirimkan umpan pada Thomas Mueller yang berada di kotak penalti. Sayangnya, Mueller pada saat itu tidak sedang dalam posisi yang tepat dan akhirnya gagal memanfaatkan umpan Lewandowski.

Akhirnya Madrid memberikan pengawalan yang sangat ketat pada pemain-pemainnya Munchen. Dan tidak bisa mengelak, kubu tuan rumah akhirnya nampak sangat kesulitan bahkan di 10 menit pertama.

Hal yang sama juga dilakukan Dio Roten sehingga pemain Madris pun mudah kehilangan gola dan sering melakukan pelanggaran untuk dapat menghentikan laju pemain Munchen.

Yang menjadi highlight adalah gol indah yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-71 dengan tendangan voli kaki kirinya. Hanya, gol itu dianulir karena Ronaldo malahan dianggap lebih dahulu menyentuh bola dengan tangan kirinya.

Tim asuhan dari Jupp Heynckes itu sebenarnya hampir menyamakan kedudukan di menit-menit akhir waktu normal. Akan tetapi usaha mereka untuk mencetak gol menemui jalan buntu dikarenakan gagal menemui target.

Pogba Di Bangku Cadangan, Pelajaran Buat Pogba?

Pogba Di Bangku Cadangan, Pelajaran Buat Pogba?

Tidak seperti biasanya, pada pertandingan Man Unite melawan Huddersfield, Pogba terlihat berada di bangku cadangan. Hal ini membuat banyak spekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Pengamat sepakbola Gary Neville, mengatakan jika ada kemungkinan Paul Pogba telah diberi arahan atau tepatnya pelajaran dari Jose Mourinho.Tetapi, pelajaran apakah yang diajarkan Mou terhadap pemain termahal tersebut?

Pelajaran dari Jose Mourinho

Menurut Gary Neville, Jose Mourinho mungkin telah memberikan pelajaran bagi Paul Pogba dan pemain Manchester United lainnya. Entah apa, tetapi yang terlihat sang gelandang dibiarkan berada di bangku cadangan saat Man Utd memenangkan pertandingan melawan Huddersfield. Tapi, sepertinya ini ada kaitannya dengan kekalahan United beberapa waktu lalu. Ya, Pogba tampil di bawah performa, bersama dengan banyak rekan setimnya di United, pada hari Rabu dalam kekalahan 2-0 Liga Primer atas Tottenham.

Dari situlah, pada pertandingan melawan Huddersfield, hari Sabtu (3/2) Mourinho bereaksi dengan membuat empat perubahan.Hasilnya cukup menggembirakan. United berhasil memperoleh kemenangan 2-0 yang mudah di Old Trafford kali ini, berkat serangan babak kedua Romelu Lukaku dan gol pertama Alexis Sanchez untuk klub tersebut. Inilah pelajaran yang ingin diperlihatkan Mou terhadap Pogba.

Ketika Neville ditanya apakah keputusan yang membuat Pogba di bangku cadangan telah membuatnya terkejut atau tidak, Neville menjawab; “Ya dan tidak, saya tidak berpikir Pogba, Jones, Young and Martial dapat mengajukan komplain (tentang keputusan kenapa mereka) di bangku cadangan setelah pertandingan Agen togel online lalu, karena mereka sangat menyedihkan.” Mereka terlihat kurang maksimal hingga United tuai kekalahan.

“Tapi untuk Pogba pada khususnya, sudah jelas bahwa Jose Mourinho sangat marah kepadanya pada saat pertandingan berlangsung.Kami sering berbicara tentang manajer yang tidak memiliki kendali lagi, tapi kami telah melihat Pep Guardiola melepas Raheem Sterling menjelang akhir pertandingan.”

Dia melanjutkan; “Saya pikir Mourinho, Guardiola dan Antonio Conte bersedia membuat keputusan besar. Itu adalah keputusan besar untuk menyingkirkan Pogba (membiarkannya di bangku cadangan) dari tim tapi mungkin Pogba pantas (diperlakukan seperti itu) karena, akhirnya, malam itu saat melawan Tottenham dia begitu buruk.

Pesan di Balik Pogba yang berada di Bangku Cadangan

Memang United dengan hadirnya Pogba telah menjadi klub yang lebih baik menurut Neville.Tapi, masih ada beberapa hal yang harus diberikan pada Pogba. Neville mengatakan; “Mereka (United) adalah tim yang jauh lebih baik dengan dia (Pogba) di dalamnya, tapi mungkin pemikiran Jose, dia memerlukan sedikit pelajaran.” Kira-kira, pelajaran seperti apakah?

Neville mencoba membuat spekulasi dengan mengatakan; “Ini bisa menjadi pesan ke ruang ganti yang mengatakan ‘Saya meninggalkan pemain termahal kami, saya akan mengeluarkannya dari tim karena saya harus menunjukkan bahwa ada konsekuensi dari apa yang mereka lakukan pada Rabu malam.'” Mungkin saja pesannya seperti itu karena faktanya Pogba tidak dilibatkan.

Pemain muda Scott McTominay telah mengganti posisi Pogba di lini tengah United, sebelum pemainasal  Prancis itu kemudian bermain di sisa 25 menit. Neville merasa langkah Mourinho mungkin bertujuan untuk menunjukkan kontrol lebih besar atas tim, dan untuk memastikan dia tidak dikritik karena memiliki pemain favorit di klub. Ini pesan yang penting.

“Kadang-kadang para manajer harus menunjukkan bahwa mereka memegang kendali dan mereka tidak memainkan pemain favorit mereka.Tampaknya Pogba dan Romelu Lukaku selalu bermain, terlepas dari seberapa bagus mereka bermain.Mungkin dia hanya berpikir bahwa setelah malam itu, ini adalah kesempatan bagus untuk mengirim pesan ke seluruh ruang ganti,” jelas Neville.

Bersaing dengan City, Mourinho; (Biaya Man Utd) Tidak Cukup

Bersaing dengan City, Mourinho; (Biaya Man Utd) Tidak Cukup

Melihat Man City terus mendominasi Premiere League dan Man Utd terus merosot, Jose Mourinho beberapa kali melontarkan kalimat yang cukup menampar banyak pihak. Sebelumnya sang manajer tersebut mengatakan jika permainan Man Utd ketika melawan Leicester City dengan menyebut permainan Man Utd kekanak-kanakan dan peluang yang diciptakan anak buahnya juga memalukan, kini dia kembali mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Dia katakan dana Man Utd tidak cukup untuk bersaing dengan Man City.

Dana Tidak Cukup untuk Bersaing dengan City

Jose Mourinho membandingkan belanja Man Utd dengan Man City dan mengatakan; ‘Itu tidak cukup’. Jose Mourinho mengatakan Man Utd harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk bersaing dengan Man City. Dia juga menuturkan jika Manchester City telah menyiapkan bekal dengan harga yang sebanding untuk para strikernya. Pada kenyataannya, memang United membutuhkan banyak hal untuk bisa bersaing dengan Man City, rival sekotanya.

United bisa jatuh 15 poin di bawah pemimpin klasemen Manchester City, jika rival mereka tersebut menang di Newcastle pada hari Rabu menyusul hasil imbang 2-2 antara United dengan Burnley di Old Trafford. Bahkan mungkin lebih buruk lagi bagi klub asuhan Mourinho mengingat Man City terus memburu poin dan gelar. Wajar jika ada yang mengatakan jika United ingin bersaing dengan City, mereka harus memenangkan segala pertandingan togel online yang tersisa, dan itu sangat sulit.

Menanggapi pertanyaan bahwa kekalahan semacam itu mungkin tidak dapat diterima untuk klub seperti United, Mourinho mengatakan dalam konferensi persnya; “Satu hal (United) adalah klub besar dan satu hal lagi (United) adalah tim sepak bola besar. Mereka adalah dua hal yang berbeda. Dia menambahkan; “Kami berada di tahun kedua untuk mencoba membangun kembali tim sepak bola yang bukan salah satu tim terbaik di dunia.”

Namun, ketika ditunjukkan United telah menghabiskan banyak uang – kira-kira £ 286 juta – sejak Mourinho memimpin pada 2016, pelatih asal Portugis tersebut menjawab: “Baiklah, (tapi) itu tidak cukup. Harga untuk klub-klub besar berbeda dari pada klub lainnya. Ini adalah pernyataan yang sangat kritis yang bisa saja benar dan bisa juga salah. Paling tidak, di sini terlihat apa yang ingin disampaikan Mou jika United membutuhkan lebih banyak uang untuk bisa bersaing dengan City.

Klub Besar, Pengeluaran Besar

Mourinho ditunjuk sebagai bos United pada Mei 2016 dan memecahkan rekor dunia musim panas lalu untuk menandatangani gelandang Paul Pogba (£ 89 juta), ditambah bek Eric Bailly (£ 30 juta) dan gelandang Henrikh Mkhitaryan dengan harga £ 26,3 juta. Kesepakatan besar tahun ini dilakukan untuk mendapatkan striker Romelu Lukaku (£ 75 juta), serta bek Victor Lindelof (£ 31 juta) dan untuk pemain tengah Nemanja Matic (£ 40 juta).

Mourinho juga ditanya apakah delapan poin dari lima laga terakhir sudah cukup bagus untuk klub seperti United. Dia menjawab: “Ketika Anda memberi tahu klub seperti Man Utd, apakah menurut Anda Milan tidak sebesar kita? Anda pikir Real Madrid tidak sebesar kita?” Menurut Mou, ketika kita berbicara tentang klub yang besar, maka kita berbicara tentang sejarah klub. Klub bersejarah selalu memiliki tekanan tersendiri.

Sehingga menurutnya ketika sedang berbicara tentang tanggung jawab untuk memenangkan Liga Primer, Tottenham tidak memiliki tanggung jawab itu karena mereka bukan klub dengan sejarah yang sama dengan United. “Arsenal tidak memiliki tanggung jawab untuk memenangkannya. Chelsea tidak memiliki tanggung jawab untuk memenangkannya. Ketika Anda berbicara tentang klub sepak bola besar, Anda berbicara tentang sejarah klub,” jelasnya.

Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Menpora Mengijinkan Pesepakbola Indonesia Untuk Berkarir di Luar Negeri

Imam Nahrawi, Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, mengatakan bahwa dirinya sekali lagi mengijinkan dan membebaskan pemain sepak bola Indonesia termasuk Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan yang lainnya untuk bisa bermain di klub sepak bola yang berada di luar negeri.

Boleh Asal Pulang Saat dibutuhkan Indonesia

Penegasan tersebut dilontarkan oleh Menpora pada seluruh awak media yang berkumpul di Candra Wijaya International Badminton Center pada hari Selasa, 19 Desember 2017, siang. :Ya, seperti apa yang sudah saya sampaikan kemarin. Saat Ronaldo memilih bahwa dirinya harus ke Real Madrid, ia pindah dari Portugal ke Spanyol, maka siapa yang akan mempersoalkan? Ini adalah sesungguhnya tentang profesionalisme atlet-atlet professional yang mana harus kita hargai. Dan menurut saya tak ada masalah untuk main di mana saja,” ungkapnya saat ditanyai tentang itu.

Dengan tegas Imam juga menambahkan, “Asal saat Timnas Indonesia sendiri membutuhkan mereka, maka wajib hukumnya untuk mereka pulang ke Tanah Air tercinta ini. sekarang ini mereka dalam musim kompetisi ini dan memilih klub mana saja yang ada di belahan dunia mana saja. Bisa, silakan. Namun saat PSSI, Timnas Indonesia, dan Indonesia membutuhkan mereka, maka mereka wajib dan harus pulang ke tanah air, Indonesia.”

Lebih lanjutnya, Imam belum bisa mengungkapkan langkah yang mana dilakukan oleh Kemenpora apabila Ilham dan Evan benar-benar dilarang bermain Togel Online di Malaysia oleh pihak PSSI. “Saya belum terima apa alasan dari pelarangan tersebut. karena untuk saya, ini adalah soal profesionalisme seperti halnya juga kita (Indonesia) impor pemain asing, kan?” ucapnya lagi.

“Semua klub liga 1 menyiapkan beberapa pemain asing. Kenapa kok pemain kita tak diberi ruang pada liga-liga di negara lainnya? Saya kira itu, ya, alasannya,” sambungnya lagi.

Pernyataan Kontradiktif dari Ketum PSSI

Sebelumnya, diketahui bahwa Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI, mengeluarkan pernyataan yang cukup controversial di mana ia menyebut pemain-pemain timnas yang memilih untuk berkarier di luar negeri tak mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dan hanya mengejar uang saja.

Evan dan juga Ilham adalah contoh pemain yang mana musim depan sudah mempunyai kontrak dengan kesebelasan asal Malaysia, yakni Selangor FA. Selain itu juga, ada Ryuji Utomo yang dalam waktu dekat akan berlaga di Thailand bersama dengan PTT Rayong.

Namun pernyataan dari Ketum PSSI itu dibantah dan dianggap tidak benar oleh Menpora. Imam mengatakan bahwa sebagai seorang professional, menurutnya, pemain-pemain boleh saja memilih untuk bisa bermain di mana saja. Bukannya justru dengan bermain di luar negeri lantas bisa membuat mereka disebut sebagai pemain yang tidak nasionalis.

“Karena mereka sudah professional, ya. Mereka boleh saja memilih. Menurut saya pribadi, tidak boleh lah mengatakan bahwa pemain-pemain itu tak nasionalis atau yang lain sebagainya. Saya kira judulnya malah bukan itu,” imbuhnya tentang pernyataan tidak nasionalis yang dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI.

Imam juga mengungkapkan bahwa tak hanya pemain Indonesia saja, akan tetapi pelatih Indonesia juga ada yang malahan berkarir di luar negeri. “Awal-awal saat saya jadi Menpora, saya telah mendorong semua atlet yang ada untuk bisa menatap dan melihat dunia. Kapasitas dan juga kualitas kita sebisa mungkin kita manfaatkan untuk negeri ini. namun jika ada kesempatan untuk dipercaya di luar negeri, kenapa tidak?” tutupnya.

Zlatan Ibrahimovic Sebut Pep Guardiola ‘Belum Matang’

Zlatan Ibrahimovic Sebut Pep Guardiola ‘Belum Matang’

Di saat Manchester City dan Pep Guardiola mendapatkan sorotan media karena kemenangan 4 – 0 atas Swansea City yang sekaligus menjadi kemenangan ke 15 berturut-turut yang menjadi kemenangan berturut-turut terlama di sepanjang sejarah Liga Primer Inggris, ungkapan ‘pedas’ disampaikan oleh Zlatan Ibrahimovic kepada Pep Guardiola. Sang bintang mengatakan jika Pep adalah pelatih yang belum matang. Bagaimana bisa Ibra mengatakan demikian?

Pep Belum Matang Sewaktu di Barcelona

Tentu, Zlatan Ibrahimovic tidak mengatakan kondisi Pep Guardiola sekarang yang dianggapnya kurang matang. Sebaliknya, Zlatan Ibrahimovic mencap Pep Guardiola sebagai pelatih togel singapura yang “belum matang” atas manajemen yang telah dilakukannya selama mereka bersama di Barcelona. Ya, pemain berusia 36 tahun itu bergabung dengan Guardiola di Nou Camp pada tahun 2009 setelah hijrah dari Inter Milan dan menjadi frustrasi karena kurangnya kesempatan untuk bergabung di tim utama. Ini dikarenakan pelatih tersebut memutuskan untuk membuat tim utama bersama Lionel Messi.

Guardiola telah menangani Ibrahimovic selama satu tahun saat mereka bertugas bersama di Catalonia dan selama itu, mantan pemain internasional Swedia tersebut mampu mencetak 16 kali dari 23 pertandingan. Kemudian, setelah memulai kehidupan yang mengesankan bagi Ibra di Spanyol bagi, hubungan keduanya ini menjadi retak saat striker tersebut tidak menyukai Guardiola karena mengubah taktiknya.

“Enam bulan pertama begitu sempurna, kemudian manajer mengubah sistem, taktik dan itu tidak berhasil bagi saya,” kata Ibrahimovic kepada Sky di Italia. “Saya pergi untuk berbicara dengannya, saya di sini untuk berbicara, jika Anda pikir itu untuk alasan lain maka kita tidak bisa bicara.”

“Saya berkata: ‘Saya percaya bahwa Anda mengorbankan beberapa pemain untuk satu pemain, Messi’ Dia berkata: ‘Saya tidak berpikir demikian, tapi saya mengerti apa yang Anda katakana. Saya akan menjaganya, tidak masalah. Saya akan menyelesaikan semuanya. “Saya pikir tidak apa-apa.”

“Pertandingan berikutnya saya berada di bangku cadangan, saya tidak mengatakan apapun, saya tetap bekerja,” Ibrahimovic menambahkan. “Pertandingan kedua, saya pikir dia bisa menyelesaikannya dengan baik dan dia tidak berbicara dengan saya atau menjelaskannya. Pertandingan ketiga (juga sama), hingga pertandingan keempat (atau yang akan datang) dan (tetap) bangku (cadagan) lagi.”

Pertemuan yang Membanggakan

Saat itu juga Ibrahimovic merasakan ada sesuatu yang aneh. Hal ini dikarenakan Pep sama sekali tidak pernah berbicara kepadanya atau hanya sekedar menatapnya. Ibra menceritakan jika dia masuk ke dalam suatu ruangan, maka Pep Guardiola akan berjalan keluar ruangan untuk menghindarinya. Tapi Ibra percaya jika Pep bukan orang yang jahat, hanya merasakan dia bukan pelatih yang dewasa atau kurang matang.

Dalam bukunya yang dipublish tahun 2011 yang berjudul ‘I Am Zlatan’, Ibrahimovic menyebut Guardiola sebagai ‘pengecut yang tak bernyawa’ menyusul sebuah perselisihan mengenai kekalahan semifinal Liga Champions antara Barcelona melawan Inter Milan yang digawangi Jose Mourinho. Untuk itu, Ibra benar-benar kesal terhadap Pep hingga mengeluarkan kata-kata kotor usai kekalahan Barca.

Menariknya, setelah peristiwa itu yang terjadi sudah lama, mereka berdua bertemu pada hari Minggu saat Manchester City memperpanjang keunggulan mereka di puncak klasemen Liga Utama Inggris dan mengoleksi 11 poin menyusul kemenangan 2-1 atas Manchester United di Old Trafford. Ibrahimovic bermain hanya 10 menit dalam pertandingan yang sejak saat itu membuatnya selalu dibayangi oleh huru-hara di terowongan yang berlangsung saat Man City merayakan kemenangan mereka. Ini adalah pertemuan yang membanggakan karena keduanya terlihat semakin matang.