Category: TERRORIS

Tayang 5 Juli 2018, ’22 MENIT’ Kisahkan Teror Bom Sarinah-Thamrin

Tayang 5 Juli 2018, ’22 MENIT’ Kisahkan Teror Bom Sarinah-Thamrin

Rangkaian peristiwa bom yang terjadi di Indonesia rupanya menjadi inspirasi sutradara Eugene Panji. Kali ini Panji mengambil latar belakang kejadian bom Sarinah-Thamrin pada Januari 2016 untuk diangkat dalam film berjudul 22 MENIT. Menggaet Ario Bayu sebagai polisi sekaligus pemeran utama, 22 MENIT kabarnya bakal dirilis pada 5 Juli 2018 mendatang.

 

Bisa dibilang kalau film 22 MENIT ini adalah sebuah proyek yang cukup berani karena bisa saja menjadi film teror bom poker uang asli pertama di Indonesia. Tak heran kalau Panji dan teman-teman melakukan riset yang sangat mendalam pada 22 MENIT. Kabarnya jajaran tim produksi melakukan riset hingga 1,5 tahun lamanya termasuk mengurus perizinan dari pihak terkait dan mempelajari rekaman CCTV di lokasi TKP. Tak hanya itu, beberapa korban asli dari bom Sarinah-Thamrin sampai diwawancarai demi cerita yang akurat.

 

Tak mau 22 MENIT dibuat asal-asalan, Panji meyakinkan kalau mereka melibatkan anggota kepolisian untuk membimbing. Bahkan para sineas, kru di balik layar hingga aktor-aktris yang terlibat sampai diajak ke laboratorium forensik hingga berkenalan dengan detasemen khusus penjinak bom. Selain itu, kabarnya juga 22 MENIT mendapatkan bantuan senjata asli dari kepolisian yang membuat film ini akan menghadirkan nuansa yang begitu nyata.

 

Syuting ’22 MENIT’ Bikin Macet Tiga Jam

 

Karena ingin memberikan sensasi nyata langsung di TKP bom sebenarnya, Panji pun memilih lokasi Thamrin sebagai tempat syuting. Sudah mendapatkan izin dari Polda Metro Jaya, 22 MENIT akan syuting selama 21 hari yakni selama tiga pekan ke depan setiap hari Sabtu-Minggu, seperti dilansir JPNN. Hanya saja syuting 22 MENIT ini rupanya berimbas pada kemacetan di sekitar Sarinah setiap akhir pekan yang membuat jajaran Polda Metro Jaya harus merekayasa arus.

 

Menutup ruas Thamrin mulai pukul 06.00-16.30 WIB, proses syuting 22 MENIT ternyata menimbulkan kemacetan dan menuai protes. Tak main-main, macet panjang bahkan berlangsung selama tiga jam lamanya. Menanggapi keluhan pengguna jalan, Panji pun meminta maaf atas gangguan tersebut dan beralasan semua dilakukan demi menghasilkan sebuah karya nyata di lokasi TKP asli demi rekam sejarah Indonesia.

 

Tak hanya Panji, Polri pun sampai turun tangan dan mengajukan permintaan maaf pula. Ketidaknyamanan ini diungkapkan oleh Irjen Setyo Wasisto selaku Kadiv Humas Polri kepada media hari Minggu (22/4) kemarin. Selain syuting di jalan Thamrin, Panji menyebutkan kalau syuting 22 MENIT juga dilakukan di sebuah lapangan daerah Cikeas, kabupaten Bogor. Di lokasi itu, tim 22 MENIT membuat replikasi Starbucks, salah satu lokasi yang jadi serangan teror bom Sarinah-Thamrin, seperti dilansir Tempo.

 

’22 MENIT’ Didukung Penuh Kepolisian Indonesia

 

Meskipun menuai kritik, 22 MENIT rupanya mendapat dukungan penuh jajaran kepolisian hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Bukan tanpa alasan jika kepolisian Indonesia begitu mendukung, karena menurut Irjen Setyo, 22 MENIT akan jadi media sosialisasi bagi masyarakat agar lebih waspada pada ancaman teroris. Tak hanya 22 MENIT, kabarnya bagian Humas Polri sedang mempersiapkan dua film dokumenter yang akan ditayangkan dan masih dalam tahap pengembangan naskah.

 

Tirto melansir bahwa 22 MENIT akan jadi bagian Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan yang bekerjasama dengan Polri. Meskipun bukan program Humas Polri, Brigjen Krishna Murti yang merupakan salah satu pahlawan dalam bom Sarinah-Thamrinbertanggung jawab dalam produksinya. Hanya saja saat disinggung dana produksi berasal, Irjen Setyo hanya menyebutkan semuanya dari CSR.